Advertorial

Bupati Pohuwato Tinjau Pembangunan Bendungan di Area TSF Pani Gold Mine

×

Bupati Pohuwato Tinjau Pembangunan Bendungan di Area TSF Pani Gold Mine

Sebarkan artikel ini
Saipul Mbuinga, Bupati Pohuwato bersama Sejumlah Manajemen Pani Gold Mine, Foto: (Istimrewa)

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


POHUWATO, BICARAA.COM – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam dan pimpinan DPRD Pohuwato meninjau langsung pembangunan bendungan pengendali sedimentasi di area Tailings Storage Facility (TSF) milik Pani Gold Mine, Minggu (17/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan bendungan berjalan sesuai rencana sekaligus melihat langsung dampak yang nantinya akan dirasakan masyarakat di wilayah sekitar.

Turut hadir dalam rombongan Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, Wakil Ketua DPRD Hamdi Alamri, anggota DPRD Abdul Hamid Sukoli, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam peninjauan itu, rombongan mendapatkan pemaparan terkait progres pembangunan bendungan dari pihak perusahaan, di antaranya CSR Manager PGM Mahesha Lugiana, Andriyanto Wibowo dari Asset Protection, serta Petrus Lengkong dari Project Execution Pani Gold Mine.

Pembangunan bendungan pengendali sedimentasi tersebut disebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan di area operasional tambang, sekaligus mengurangi dampak sedimentasi yang selama ini terjadi di wilayah sekitar Sungai Taluduyunu.

Diketahui, pendangkalan Sungai Taluduyunu akibat aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkontrol beberapa kali memicu banjir di wilayah Desa Hulawa. Selain itu, sedimentasi juga berdampak terhadap saluran irigasi dan lahan pertanian masyarakat.

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan bendungan tersebut karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko banjir dan menjaga kawasan pertanian warga.

“Kunjungan hari ini intinya untuk memastikan pembangunan bendungan bisa berjalan lancar sembari mencarikan opsi akses jalan bagi penambang masyarakat,” ujar Saipul.

Selain memastikan progres pembangunan, pemerintah daerah juga mulai membahas solusi akses jalan bagi masyarakat penambang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu area konstruksi proyek.

Saipul turut mengingatkan masyarakat penambang dan pengemudi ojek agar lebih memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di sekitar lokasi proyek. Menurutnya, tingginya mobilitas alat berat di area pembangunan bendungan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan jika masyarakat tetap memasuki area konstruksi.

Sementara itu, CSR Manager PGM, Mahesha Lugiana, menegaskan bahwa perusahaan terus mengedepankan aspek keselamatan kerja, baik bagi karyawan maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, pihak perusahaan menghimbau masyarakat, termasuk penambang dan pengemudi ojek, untuk tidak memasuki area konstruksi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di tengah aktivitas alat berat yang terus berlangsung.

Kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pemerintah daerah dan masyarakat terkait pentingnya pembangunan bendungan pengendali sedimentasi bagi Desa Hulawa dan wilayah Kabupaten Pohuwato secara umum. (*)

Rilis/Advertorial