Pohuwato

Kades Akui Jalan Tani Wonggararsi Timur Mangkar Sejak 2025

×

Kades Akui Jalan Tani Wonggararsi Timur Mangkar Sejak 2025

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jalan Tani Desa Wonggarasi Timur, Kecamatan Wanggarasi, Pohuwato, Foto: (Irfandi/bicaraa.com)

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


POHUWATO, BICARAA.COM – Kepala Desa Wonggararsi Timur, Ismail Djafar Tomelo, akhirnya memberikan penjelasan terkait mangkraknya proyek jalan tani yang hingga kini belum juga dikerjakan.

Proyek tersebut telah dianggarkan sejak Tahun 2025, namun hingga memasuki Tahun 2026 belum menunjukkan progres di lapangan.

Ismail yang akrab disapa Aya Ringke mengakui langsung bahwa pembangunan jalan tani belum terealisasi sebagaimana direncanakan.

Ia menyebut adanya sejumlah kendala teknis dan non-teknis yang menghambat pelaksanaan pekerjaan.

“Memang ada kendala. Kendala teknis dan non-teknis,” kata Ismail saat ditemui awak media, Kamis (15/01/2026).

Ia menjelaskan, persoalan utama terletak pada penggunaan alat berat yang hingga saat ini masih berada di tangan pihak ketiga.

Alat tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan jalan tani karena masih digunakan dalam pekerjaan lain.

“Yang jadi masalah baku taman, baku taman ini, dorang masih pake,” ujar Ismail.

Menurutnya, keterlibatan pihak ketiga justru menjadi titik krusial keterlambatan proyek.

Meski ada keinginan untuk mengganti pihak ketiga, Ismail menyebut langkah itu tidak bisa dilakukan secara sepihak karena masih ada tanggung jawab pekerjaan yang belum diselesaikan.

“Sebenarnya mo ganti pihak ketiga, cuman dia harus ba tanggung jawab dulu. Jadi pihak ketiga itu ta ulur-ulur,” jelasnya.

Ismail juga mengakui bahwa secara perencanaan, proyek jalan tani tersebut ditargetkan rampung pada Tahun 2025.

Namun target itu gagal dicapai karena kendala yang terus berulang.

“Saya punya target selesai ta karja di tahun kemarin, cuman ada kendala di situ,” ucapnya.

Selain persoalan alat berat, ketersediaan bahan bakar solar juga disebut menjadi hambatan teknis yang belum terselesaikan hingga sekarang.

“Jadi tinggal alat ini depe kendala, tinggal ba tunggu itu solar,” tambahnya.

Ia menyebut, alat berat tersebut sebelumnya digunakan untuk pekerjaan lain yang juga melibatkan pihak ketiga, termasuk kegiatan percetakan sawah.

“Soalnya itu alat somo karja tahun kemarin, alat dapa Riki te Dandim, dorang ba karja di percetakan sawah,” ungkapnya.

Terkait anggaran, Ismail menegaskan bahwa Dana Desa untuk proyek jalan tani telah dicairkan 100 persen pada Tahap I sekitar bulan Mei 2025.

“Anggaran dicairkan 100 persen di tahap satu, kalau tidak salah bulan Mei,” katanya.

Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), waktu pelaksanaan proyek ditetapkan selama 90 hari kerja atau tiga bulan.

Namun Ismail menilai, durasi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan keterlambatan panjang.

“Kalau so waktu bekerja, paling lama dua minggu. Kalau cuaca kering bagini, satu minggu paling cepat,” tutupnya. (*)


Share:   

Baca Berita Kami Lainnya di: