Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM — Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-6 SEMA Fakultas Hukum Universitas Pohuwato resmi digelar Jumat (28/11/2025).
Kegiatan berlangsung lancar dan menghadirkan Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Dr. Ibrahim, S.H., M.H., L.L.M, sebagai pembicara utama.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Pengadilan Negeri Pohuwato, Pengadilan Agama Pohuwato, serta jajaran akademisi dan mahasiswa Universitas Pohuwato.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Ibrahim menekankan pentingnya membangun integritas dan kompetensi sebagai fondasi sumber daya manusia hukum menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyatakan integritas tidak hanya bersumber dari aturan tertulis, tetapi juga dari nilai agama, kebiasaan baik, serta kejujuran pribadi dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, karakter kuat menjadi benteng pertama dalam membentuk profesional hukum yang dapat dipercaya publik.
“Individu tidak cukup hanya jujur, tapi harus punya kemampuan. Kompetensi itu ada tiga: kompetensi hak, dengan syarat harus membaca, kompetensi skill, dimana ilmu harus dipraktikkan, serta wawasan luas yang wajib dimiliki mahasiswa hukum. Ketiganya harus digabungkan agar menjadi sumber daya murni,” tegasnya.
Ia kemudian menambahkan, mahasiswa hukum harus membiasakan diri membaca berbagai putusan, regulasi, dan literatur hukum kontemporer agar tidak tertinggal dari perkembangan global.
Dalam sesi lanjutan, Dr. Ibrahim juga menekankan pentingnya kemampuan analitis sejak dini.
Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada teori, tetapi harus mampu membedah persoalan hukum secara objektif.
“Kita membutuhkan generasi hukum yang tidak hanya bisa menghafal pasal, tetapi mampu mempertanggungjawabkan argumentasi dengan logika dan data,” tambahnya.
Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Hj. Gretty S. Saleh, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Hakim Agung dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai seminar nasional ini sebagai momentum besar bagi kampus untuk memperkuat model pendidikan hukum yang lebih relevan dan berorientasi masa depan.
“Kehadiran pembicara tingkat nasional seperti beliau memberi motivasi besar bagi civitas akademika. Kampus membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga-lembaga strategis untuk menghasilkan lulusan berintegritas dan kompeten,” ungkapnya.
Dr. Gretty menegaskan Universitas Pohuwato akan terus membuka ruang bagi kegiatan ilmiah yang menghadirkan praktisi dan pemangku kepentingan hukum dari berbagai institusi.
Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam seminar dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun praktik di lapangan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pohuwato, Dr. Irwan, S.H., M.H., menilai seminar ini sebagai langkah maju untuk memperkuat kesiapan institusi menghadapi tantangan keilmuan dan profesi hukum.
Ia menekankan Fakultas Hukum UNIPO berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran, termasuk memperluas kerja sama dengan lembaga peradilan di Pohuwato.
“Partisipasi Hakim Agung dan seluruh tamu undangan memberi kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan hukum di daerah,” ujarnya.
Dr. Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk mahasiswa yang aktif dalam penyelenggaraan kegiatan.
Semangat mahasiswa menjadi indikator bahwa generasi muda hukum di Pohuwato siap bersaing dalam dunia profesi yang semakin kompetitif.
Seminar kemudian ditutup dengan sesi diskusi antara mahasiswa dan narasumber. (*)












